Program Hafalan Mutqin

Posted on
Sharing Iman

Ada 2 program yang akan di laksanakan yaitu program hafalan Mutqin yaitu hafalan yang kuat dalam memory jangka panjang kita, sehingga ketika selesai liburan kita bisa membawa hafalan itu ke rumah untuk menjadi bekal ibadah harian, seperti menjadi imam di mesjid atau mushola dimana kita tinggal.

Program Mutqin ini memang lebih lama dari program karantina regular karena selain metode khusus menghafal, mereka juga harus mensistemasi hafalan yang sudah mereka hafalkan.

Ada beberapa tahapan agar hafalan mereka benar benar quat atau mutqin nempel kuat dalam memory jangka Panjang kita.

Apa saja tahapan nya? Berikut adalah tahapan agar hafalan kita benar benar mutqin seperti kita membaca surat Al Fatihah.

1. Al Hifz.
Apa itu al Hifz, adalah setoran yang dilakukan oleh penghafal Qur’an dengan satu persyaratan maksimal kesalahan adalah 3 kesalahan dalam sekali setoran 1 halaman. Kenapa maksimal 3. Jika lebih dari 3 kesalahan, Ketika kita mengulang hafalan itu kita akan lupa bagian mana saja yang salah, tetapi jika hanya 3 kesalahan kita akan ingat bagian mana saja yang salahnya.

2. At tikror.
“At tikror”. Adalah tahapan selanjutnya ketika selesai menyetorkan hafalan. Maka, setelah selesai kita menyetorkan hafalan, kita lakukan Langkah selanjutnya yaitu mengulang apa yang kita setorkan tadi sebanyak 20 kali. Dengan Langkah ini maka hafalan yang baru saja kita setorkan akan berada di memori jangka menengah, maka sebaiknya kita tidak melewatkan tahapan ini, karen tahapan ini sangat penting, biasanya kalangan santri malas untuk mentikror hafalan yang baru saja disetorkan, jika kita menunda tahapan tikror ini, biasanya hafalan yang baru disetorkan akan mudah hilang, maka alangkah baiknya ketika kita selesai menyetorkan hafalan kita langsung tikror dengan tanpa membaca mushaf.

3. Tahapan Berikutnya Yaitu Ar rabth
Ar Rabth adalah tahapan dimana kita akan memulai menghafal, sebaiknya kita melakukan Ar Rabth terlebih dahulu, atau pemanasan terlebih dahulu, tidak langsung menghafal hafalan baru. Misalnya, ketika kita mulai menghafal dan kita sama sekali belum memiliki hafalan, atau hanya beberapa surat pendek yang kita hafal, maka bacalah surat yang kita sudah hafal itu berulang ulang selama kurang lebih 10 menit. Atau jika kita sudah memiliki hafalan yan kemarin kita setorkan dan kita tikrar. Maka kita bisa lakukan untuk mengulang apa yang sudah kita hafalkan kemarin atau apa yang kita tikrarkan kemarin.

Jika waktu kita menghafal adalah dini hari sebelum subuh, kita bisa membaca hafalan kita atau menggunakannya pada saat qiyamulail. Maka hal itu termasuk dalam Ar rabth. Hal ini akan sangat menguatkan hafalan kita. Dan itulah proses Ar robth terbaik. Artinya kita menggunakan waktu qiyamul lail kita untuk mengulang hafalan kita dengan penuh penghayatan. Dan itu akan menjadikan hafalan kita mutqin dan nempel kuat dalam memory jangka Panjang kita.

4. Tahapan Berikutnya Adalah Muroja’ah.
Murojaah didalam sistemasi hafalan mutqin kami adalah mengulang hafalan yang sudah terkumpul sebanyak minimal 1 juz. Jika dalam 1 hari kita mampu menghfal 4 halaman maka dalam waktu 5 hari kita bisa mengumpulkan hafalan kita menjadi 1 juz. Setelah kita kumpulkan hafalan kita sebanyak 1 juz, maka akan di ujikan hafalan 1 juz kita, maka biasanya kita sudah murojaah hafalan kita dengan qiyamul lail sebanyak 1 juz dalam beberapa rokaat sholat kita.

Tahapan ini sangat penting, untuk membuktikan sekuat apa hafalan kita. Dan bisa diuji oleh muhafidz kita sekuat apa hafalan kita. Bahkan kita bisa mengingat letak letak ayat yang kita hafal sebanyak 1 juz tersebut. Kita bisa membacanya dari bawah keatas, atau membaca mundur beberapa halaman dari halaman terakhir yang kita baca. Dan tahapan murojaah ini sangat penting bagi hafalan kita. Dan ini proses menyimpannya dalam memory jangka Panjang kita. Dan alangkah baiknya jika kita bisa melakukan murojaah setiap harinya terhadap hafalan yang sudah kita miliki. Karena hal itu akan semakin menguatkan hafalan kita.

5. Tahapan Berikutnya Adalah Tajdidu Wa Tasbitu.
Ini adalah tahapan dimana kita sudah mengetahui kekuatan memory kita. Biasanya kita bisa mengetahui berapa lama hafalan kita bertahan dalam memory kita jika kita tidak pernah memurojaah hafalan kita. Maka Langkah ini bisa kita lakukan. Jika kita lama tidak melakukan tahapan murojaah hafalan kita karena kesibukan kita, maka Langkah inilah yang bisa kita lakukan. Misalkan kita sudah 1 bulan tidak mengulang hafalan kita di juz 1, maka kita harus menyempatkan melakukan tahapan ini.

Bagaimana caranya? Biasanya di ulangan pertama, hafalan kita tidak sempurna ada beberapa kesalahan, maka tahapan tajdidu watasbitu ini dilakukan 3 kali pengulangan. Maka kita mengulang hafalan yang lama kita tidak murojaah dengan tahapan ini. Yaitu mengulangnya beberapa kali. Atau 3 kali pengulangan. Maka tahapan ini akan mengembalikan hafalan kita dan meyimpannya kembalil ke memory jangka Panjang.

Demikian tahapan demi tahapan untuk memutqinkan hafalan kita agar kuat dalam memory jangka pangjang kita.

Jika ingin merasakan kekuatan hafalan kita maka alangkah baiknya mengikuti program mutqin yang diselenggarakan di tempat kami. dengan demikian kita akan merasakan nikmat dan lezatnya menghafal Qur’an.

.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •